Kekayaan alam Indonesia kembali mencuri perhatian pasar global. Kali ini, manis dan segarnya nanas lokal berhasil melintasi benua untuk memenuhi tingginya permintaan konsumen di kawasan Timur Tengah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sepanjang tahun 2025 produksi nanas nasional melonjak hingga mencapai 3,21 juta ton, dengan total nilai ekspor nasional menembus US$334,67 juta atau sekitar Rp6 triliun.
Melesatnya kinerja ekspor nanas nasional didukung oleh besarnya kapasitas produksi di tanah air. Lampung menjadi lumbung nanas terbesar di Indonesia dengan kontribusi mencapai 698,9 ribu ton, disusul oleh Jawa Timur sebanyak 506,41 ribu ton dan Riau 349,61 ribu ton. Luasnya sentra produksi ini bahkan menempatkan Indonesia sebagai produsen nanas nomor satu di dunia dengan total volume mencapai 3,2 juta ton per tahun, unggul di atas negara-negara produsen utama lain seperti Filipina dan Kosta Rika.
Buah tropis unggulan tanah air ini semakin diminati oleh negara-negara seperti Arab Saudi, UEA, hingga Oman. Namun, mengirimkan hasil bumi dalam jumlah besar melintasi batas negara bukanlah perkara sederhana karena nanas tergolong sebagai produk yang sensitif terhadap perubahan suhu, kelembapan, serta waktu tempuh perjalanan. Jika tidak mendapatkan penangan yang tepat, kualitas buah dapat dengan cepat menurun, memar, atau bahkan membusuk sebelum sampai di tangan pembeli.
PT Perishable Logistics Indonesia sukses melakukan pengiriman ekspor skala besar dengan menerbangkan total 89 ton nanas segar langsung menuju Timur Tengah. Keberhasilan menerbangkan puluhan ton nanas segar langsung ke Timur Tengah didukung oleh eksekusi operasional yang terintegrasi di setiap tahapnya:
1. Penerbangan Langsung via Chartered Flight
Menggunakan armada pesawat sewa untuk menjamin fleksibilitas jadwal, rute langsung tanpa transit, serta kepastian kapasitas kargo tanpa risiko delay.
2. Cold Chain Management
Penerapan kontrol suhu ketat sejak dari gudang hingga proses loading untuk mempertahankan kesegaran, tekstur, warna, dan cita rasa nanas.
3. Pemenuhan Dokumen & Standar Karantina
Penyiapan seluruh regulasi ekspor dan sertifikasi phytosanitary oleh tim ahli agar lolos pemeriksaan karantina di negara tujuan tanpa hambatan.
4. Penanganan & Penataan Khusus
Penerapan teknik pengemasan dan penataan khusus kargo di dalam pesawat sewa guna mencegah risiko benturan atau kerusakan fisik selama penerbangan.
Pengiriman 89 ton nanas ini menjadi bukti bahwa ekosistem logistics Indonesia mampu bersaing dan memenuhi standar dunia, dan juga turut melestarikan reputasi serta mutu produk komoditas kekayaan alam Nusantara di mata internasional. Sebagai perusahaan logistik indonesia yang berfokus pada pengiriman produk perishable, PLI akan terus mendukung pertumbuhan industri ekspor komoditas lokal melalui penyediaan jasa pengiriman perishable yang andal dan terintegrasi.
Apakah bisnis kamu sedang bersiap mengeksplorasi pasar luar negeri dan membutuhkan solusi cold chain logistics yang terpercaya untuk produk-produk sensitif? Konsultasikan kebutuhan pengiriman produk perishable domestik, ekspor, maupun impor bersama PLI sekarang!

