Industri ekspor buah segar Indonesia terus menunjukkan performa positif di pasar Internasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, volume ekspor buah-buahan tahunan Indonesia berhasil menembus angka 1,452 juta ton dengan nilai total mencapai US$ 758,77 juta. Tiongkok menjadi pasar tujuan utama dengan nilai ekspor mencapai US$ 303,56 juta, disusul oleh negara kawasan ASEAN seperti Thailand US$ 138,76 juta, Vietnam US$ 128,46 juta, Malaysia US$ 117,04 juta, dan Singapura US$ 13,97 juta. Komoditas unggulan yang banyak diekspor di antaranya seperti nanas, salak, manggis, hingga pisang. Melihat besarnya peluang pasar global tersebut, mengirim buah segar ke luar negeri tentu butuh penanganan yang tepat. Supaya proses pengirimanmu berjalan dengan baik, produk tidak membusuk di jalan, dan lolos pemeriksaan pabean, berikut adalah hal-hal yang perlu kamu perhatikan!
Bagaimana Cara Menjaga Kualitas Buah Selama Pengiriman?
1. Pilih Kemasan yang Tepat: Gunakan kardus berventilasi khusus supaya sirkulasi udara berjalan baik. Cara ini efektif menahan penumpukan gas etilen yang bikin buah cepat matang dan busuk di jalan.
2. Atur Suhu Kontainer Secara Presisi: Gunakan reefer container atau kontainer pendingin untuk jalur laut atau kargo pendingin khusus untuk jalur udara.
3. Sesuaikan Suhu Karakter Buah: Beda buah, beda juga suhunya. Contohnya nanas dan salak yang butuh suhu stabil di kisaran 7°C–12°C. Suhu yang naik-turun bisa bikin buah berembun dan gampang berjamur.
4. Gunakan Alat Pemantau Suhu: Pasang alat pencatat suhu otomatis di dalam kargo biar kondisi dinginnya bisa terpantau terus dari tempat asal sampai ke pelabuhan tujuan.
Pahami Regulasi Negara Tujuan
Satu hal penting yang sering terlewat oleh eksportir pemula adalah perbedaan standar masuk di negara pembeli. Setiap negara memiliki aturan dan regulasi yang berbeda mengenai impor buah. Misalnya, beberapa negara di Timur Tengah mungkin memerlukan perlakuan khusus terhadap buah seperti iradiasi atau penggunaan pestisida tertentu. Informasi ini dapat diperoleh dari kedutaan atau konsulat negara tujuan maupun badan karantina setempat.
Kamu tidak perlu cemas atau pusing duluan. Kuncinya adalah melakukan riset awal yang cermat, berkomunikasi aktif dengan buyer, dan berkonsultasi dengan otoritas karantina setempat sebelum barang dimuat ke kontainer.
Dokumen Dasar yang Wajib Disiapkan
Supaya perjalanan barang di pabean tidak tertahan, pastikan kamu sudah melengkapi berkas administrasi dasar berikut:
1. Commercial Invoice & Packing List: Rincian nilai barang, berat, dan spesifikasi kemasan.
2. Bill of Lading (B/L) atau Airway Bill (AWB): Dokumen pengangkutan resmi dari pihak pelayaran atau maskapai.
3. Certificate of Origin (SKA): Surat Keterangan Asal untuk mengklaim tarif bea masuk khusus.
4, Sertifikat Fitosanitari Karantina: Bukti resmi dari Badan Karantina Indonesia yang menyatakan bahwa buah bebas dari hama dan penyakit tumbuhan.
Ekspor Buah Segar Kamu Bersama Perishable Logistics yang Terpercaya
Keberhasilan bisnis ekspor produk hortikultura sangat bergantung pada integrasi antara pemenuhan dokumen dan ketepatan eksekusi cargo logistics. Kerusakan suhu sedikit saja di jalan bisa berakibat fatal pada kualitas produk dan reputasi bisnismu. Oleh karena itu, memilih partner logistik yang tepat sangatlah penting. PLI hadir sebagai perusahaan logistik Indonesia yang berfokus penuh pada penanganan perishable logistics.
Dengan armada cold storage, kontrol suhu yang tepat, serta pemahaman mendalam terkait sertifikasi pabean dan karantina, PLI siap mendampingi setiap tahapan pengiriman komoditas ekspor milikmu agar tiba di negara tujuan dalam kondisi paling segar. Siap melebarkan sayap bisnis buah ke pasar global? Konsultasikan pengiriman produk perishable kamu ke luar negeri bersama PLI sekarang!